Sabtu, 14 Mei 2016
Sabtu, 23 April 2016
Kutipan (qoute) kata-kata Paramoedya Ananta Toer dalam berbagai bukunya
“Orang boleh
pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam
masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
― Pramoedya Ananta
Toer
“Berterimakasihlah pada segala yang memberi
kehidupan.”
― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
“Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya,
yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?”
― Pramoedya Ananta Toer
― Pramoedya Ananta Toer
“Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin
mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra,
kalian tinggal hanya hewan yang pandai.”
― Pramoedya Ananta Toer
― Pramoedya Ananta Toer
“Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap
yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang-orang
lain pandai”
― Pramoedya Ananta Toer
― Pramoedya Ananta Toer
“seorang terpelajar harus sudah berbuat adil
sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan”
― Pramoedya Ananta Toer, This Earth of Mankind
― Pramoedya Ananta Toer, This Earth of Mankind
“A mother knows what her child's gone through,
even if she didn't see it herself.”
― Pramoedya Ananta Toer, Gadis Pantai
― Pramoedya Ananta Toer, Gadis Pantai
“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari
siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi,
sampai jauh, jauh di kemudian hari. (Mama, 84)”
― Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations
― Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations
“Kau akan berhasil dalam setiap pelajaran, dan
kau harus percaya akan berhasil, dan berhasillah kau; anggap semua pelajaran
mudah, dan semua akan jadi mudah; jangan takut pada pelajaran apa pun, karena
ketakutan itu sendiri kebodohan awal yang akan membodohkan semua”
― Pramoedya Ananta Toer
― Pramoedya Ananta Toer
“Kau terpelajar, cobalah bersetia pada kata
hati.”
― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
“Menulis
adalah sebuah keberanian...”
― Pramoedya Ananta Toer
― Pramoedya Ananta Toer
(Anak Semua
Bangsa, h. 199)”
― Pramoedya Ananta Toer
― Pramoedya Ananta Toer
“Hidup sungguh sangat sederhana. Yang
hebat-hebat hanya tafsirannya
(Rumah Kaca, h. 46)”
― Pramoedya Ananta Toer
(Rumah Kaca, h. 46)”
― Pramoedya Ananta Toer
“Dan alangkah indah kehidupan tanpa
merangkak-rangkak di hadapan orang lain”
― Pramoedya Ananta Toer
― Pramoedya Ananta Toer
“How simple life is. It's as simple as this:
you're hungry and you eat, you're full and you shit. Between eating and
shitting, that's where human life is found. - (Houseboy + Maid, in Tales from
Djakarta)”
― Pramoedya Ananta Toer, Tales from Djakarta: Caricatures of Circumstances and Their Human Beings
― Pramoedya Ananta Toer, Tales from Djakarta: Caricatures of Circumstances and Their Human Beings
“Jangan sebut aku perempuan sejati jika hidup
hanya berkalang lelaki. Tapi bukan berarti aku tidak butuh lelaki untuk aku
cintai. (Nyai Ontosoroh)”
― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
“Masa
terbaik dalam hidup seseorang adalah masa ia dapat menggunakan kebebasan yang
telah direbutnya sendiri”
― Pramoedya Ananta Toer
― Pramoedya Ananta Toer
“Orang boleh
pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam
masyarakat dan dari sejarah
(Rumah Kaca, h. 352)”
― Pramoedya Ananta Toer
(Rumah Kaca, h. 352)”
― Pramoedya Ananta Toer
“Kalau mati, dengan berani; kalau hidup,
dengan berani. Kalau keberanian tidak ada, itulah sebabnya setiap bangsa asing
bisa jajah kita.”
― Pramoedya Ananta Toer
― Pramoedya Ananta Toer
“Semakin
tinggi sekolah bukan berarti semakin menghabiskan makanan orang lain. Harus
semakin mengenal batas"
(Bumi Manusia, h. 138)”
― Pramoedya Ananta Toer
(Bumi Manusia, h. 138)”
― Pramoedya Ananta Toer
“Tahu kau
mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun ?
Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin,
akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.”
― Pramoedya Ananta Toer
Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin,
akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.”
― Pramoedya Ananta Toer
“Orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat
yang tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi dan pada
pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya
(Rumah Kaca, h. 409)”
― Pramoedya Ananta Toer
(Rumah Kaca, h. 409)”
― Pramoedya Ananta Toer
“Kalau
kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berfikiran waras ikut
tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminal, biarpun dia
sarjana”
― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
“Jarang
orang mau mengakui, kesederhanaan adalah kekayaan yang terbesar di dunia ini:
suatu karunia alam. Dan yang terpenting diatas segala-galanya ialah
keberaniannya. Kesederhaan adalah kejujuran, dan keberanian adalah ketulusan.”
― Pramoedya Ananta Toer, Mereka Yang Dilumpuhkan
― Pramoedya Ananta Toer, Mereka Yang Dilumpuhkan
“Menulislah
sedari SD, apa pun yang ditulis sedari SD pasti jadi.”
― Pramoedya Ananta Toer
― Pramoedya Ananta Toer
“Indonesia
adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain.”
― Pramoedya Ananta Toer, Jalan Raya Pos, Jalan Daendels
― Pramoedya Ananta Toer, Jalan Raya Pos, Jalan Daendels
“Kita semua
harus menerima kenyataan, tapi menerima kenyataan saja adalah pekerjaan manusia
yang tak mampu lagi berkembang. Karena manusia juga bisa membikin
kenyataan-kenyataan baru. Kalau tak ada orang mau membikin kenyataan-kenyataan
baru, maka “kemajuan” sebagai kata dan makna sepatutnya dihapuskan dari kamus
umat manusia
(Rumah Kaca, h. 436)”
― Pramoedya Ananta Toer
(Rumah Kaca, h. 436)”
― Pramoedya Ananta Toer
“Cerita
tentang kesenangan selalu tidak menarik. Itu bukan cerita tentang manusia dan
kehidupannya , tapi tentang surga, dan jelas tidak terjadi di atas bumi kita
ini".”
― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
“Kalian
pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak karena
fungsi hidupnya hanya beternak diri”
― Pramoedya Ananta Toer
― Pramoedya Ananta Toer
“Tanpa
mempelajari bahasa sendiri pun orang takkan mengenal bangsanya sendiri”
― Pramoedya Ananta Toer
― Pramoedya Ananta Toer
“Kita telah
melawan Nak, Nyo. Sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.”
― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
“Setiap
tulisan merupakan dunia tersendiri, yang terapung-apung antara dunia kenyataan
dan dunia impian
(Rumah Kaca, h. 138)”
― Pramoedya Ananta Toer
(Rumah Kaca, h. 138)”
― Pramoedya Ananta Toer
“Saya selalu
percaya--dan ini lebih merupakan sesuatu yang mistis--bahwa hari esok akan
lebih baik dari hari sekarang.”
― Pramoedya Ananta Toer
― Pramoedya Ananta Toer
“Jangan
anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana;biar penglihatanmu
setajam elang, pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka dari para
dewa, pendengaran dapat menangkap musik dan ratap-tangis kehidupan;
pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa kemput
(Bumi Manusia, h. 119)”
― Pramoedya Ananta Toer
(Bumi Manusia, h. 119)”
― Pramoedya Ananta Toer
tags: manusia, pengetahuan
“Kehidupan
lebih nyata daripada pendapat siapa pun tentang kenyataan
(Anak Semua Bangsa, h. 199)”
― Pramoedya Ananta Toer
(Anak Semua Bangsa, h. 199)”
― Pramoedya Ananta Toer
“setiap
pejuang bisa kalah dan terus-menerus kalah tanpa kemenangan, dan kekalahan
itulah gurunya yang terlalu mahal dibayarnya. Tetapi biarpun kalah, selama
seseorang itu bisa dinamai pejuang dia tidak akan menyerah. Bahasa Indonesia
cukup kaya untuk membedakan kalah daripada menyerah
(Prahara Budaya, h. 187)”
― Pramoedya Ananta Toer
(Prahara Budaya, h. 187)”
― Pramoedya Ananta Toer
“Barangsiapa muncul di atas masyarakatnya, dia akan
selalu menerima tuntutan dari masyarakatnya-masyarakat yang menaikkannya, atau
yang membiarkannya naik.... Pohon tinggi dapat banyak angin? Kalau Tuan segan
menerima banyak angin, jangan jadi pohon tinggi”
― Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations
― Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations
“Pada
akhirnya persoalan hidup adalah persoalan menunda mati, biarpun orang-orang
yang bijaksana lebih suka mati sekali daripada berkali-kali
(Rumah Kaca, h. 443)”
― Pramoedya Ananta Toer
(Rumah Kaca, h. 443)”
― Pramoedya Ananta Toer
“Dahulu dia
selalu katakan apa yang dia pikirkan, tangiskan, apa yang ditanggungkan,
teriakan ria kesukaan di dalam hati remaja. Kini dia harus diam- tak ada kuping
sudi suaranya.”
― Pramoedya Ananta Toer
― Pramoedya Ananta Toer
“Barang
siapa mempunyai sumbangan pada kemanusian dia tetap terhormat sepanjang jaman,
bukan kehormatan sementara. Mungkin orang itu tidak mendapatkan sesuatu sukses
dalam hidupnya, mungkin dia tidak mempunyai sahabat, mungkin tak mempunyai
kekuasaan barang secuwil pun. Namun umat manusia akan menghormati karena
jasa-jasanya.”
― Pramoedya Ananta Toer, Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 2
― Pramoedya Ananta Toer, Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 2
“At the
beginning of all growth, everything imitates.”
― Pramoedya Ananta Toer, This Earth of Mankind
― Pramoedya Ananta Toer, This Earth of Mankind
“Jangan kau
mudah terpesona oleh nama-nama. Kan kau sendiri pernah bercerita padaku: nenek
moyang kita menggunakan nama yang hebat-hebat, dan dengannya ingin mengesani
dunia dengan kehebatannya—kehebatan dalam kekosongan. Eropa tidak
berhebat-hebat dengan nama, dia berhebat-hebat dengan ilmu pengetahuannya. Tapi
si penipu tetap penipu, si pembohong tetap pembohong dengan ilmu dan
pengetahuannya.
(Anak Semua Bangsa, h. 77)”
― Pramoedya Ananta Toer
(Anak Semua Bangsa, h. 77)”
― Pramoedya Ananta Toer
“Pernah
kudengar orang kampung bilang : sebesar-besar ampun adalah yang diminta seorang
anak dari ibunya, sebesar-besar dosa adalah dosa anak kepada ibunya
(Anak Semua Bangsa, h. 98)”
― Pramoedya Ananta Toer
(Anak Semua Bangsa, h. 98)”
― Pramoedya Ananta Toer
Makalah Aliran-aliran Filsafat
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Masalah
Epistemologi membicarakan sumber
pengetahuan dan bagaimana cara memeperoleh
pengetahuan.
Tatkala manusia baru lahir, ia tidak
mempunyai pengetahuan sedikitpun. Nanti, tatkala ia berusia 40 tahunan ,
pengetahuannya banyak sekali sementara kawanya yang seumur dengan dia mungkin
mempunyai pengetahuan yang lebih banyak dari pada dia dalam bidang yang sama
atau berbeda. Bagaimana mereka itu masing-masing mendapat pengetahuan itu?
Mengapa dapat juga berbeda tingkat akurasinya? Hal-hal semacam ini dibicarakan di
dalam epistemologi.
Runes dalam kamusnya (1971) menjelaskan
bahwa epystemologi is the branch of
philosophy which investigates the origin, structure, methods, and validity of
knowledge. Itulah sebabnya kita sering menyebut dengan istilah filsafat
pengetahuan karena ia membicarakan hal pengetahuan. Istilah epistemologi untuk
pertama kalinya muncul dan di gunakan oleh J.F.Ferrier pada tahun 1854 (Runes,
1971: 94).
Penetahuan manusia ada tiga macam, yaitu
pengetahuan sains, pengetahuan filsafat, dan pengetahuan mistik. Pengetahuan
itu di peroleh manusia melalui berbagai cara dan dengan menggunakan berbagai
alat.
1.2.Rumusan Masalah
Bertitik
tolak dari latar belakang masalah yang telah penulis kemukakan sebelumnya, maka
penulis merumuskanya dalam beberapa pertanyaan berikut :
1. apa pengertian empirisme?
2. apa pengertian rasionalisme?
3.apa pengertian positivisme?
4. apa pengertian intuisionisme?
1.3.Tujuan Penulisan
Adapun
tujuan yang ingin dicapai penulis dalam penyusunan karya tulis ini adalah
sebagai berikut :
1. Agar
mengetahui aliran empirisme
2. Agar
mengetahui aliran rasionalisme
3. Agar
mengetahui aliran positivisme
4. Agar
mengetahui aliran intuisionisme
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Empirisme
Kata
ini berasal dari bahasa Yunani empeirikos yang berasal dari kata empeiria,
artinya pengalaman. Menurut aliran ini manisia memperoleh pengetahuan melalui
pengalamanya. Dan bila di kembalikan kepada kata Yunaninya, pengalaman yang di
maksud yaitu pengalaman inderawi. Manusia tahu es dingin karena ia
menyentuhnya, gula manis karena ia mencicipinya.
John Locke (1632-1704), bapak aliran
ini pada zaman modern mengemukakan teori tabula rusa yang secara bahasa berarti
meja lilin. Maksudnya ialah bahwa manusia itu pada mulanya kosong dari
pengetahuan, lantas pengalamanya mengisi jiwa yang kosong itu, lantas ia
memiliki pengetahuan. Mula-mula tangkapan indera yang masuk itu sederhana,
lama-kelamaan ruwet, lalu tersusunlah pengetahuan berarti. Berarti, bagaimanapun
kompleks (ruwet)-nya pengetahuan manusia , ia selalu dapat di cari ujungnya
pada pengalaman indera.
Kelemahan aliran ini cukup banyak.
Kelemahan pertama ialah indera terbatas. Benda yang jauh kelihatan kecil .
apakah benda itu kecil ? Tidak. Keterbatasan kemampuan indera ini dapat
melaporkan objek tidak sebagaimana adanya, dari sini akan terbentuk pengetahuan
yang salah. Kelemahan kedua adalah indera menipu. Pada orang yang sakit malaria
gula rasanya pahit, udara panas dirasakan dingin. Ini akan menimbulkan
pengetahuan empiris yang salah juga. Kelemahan ketiga ialah objek yang menipu,
contohnya ilusi, fatamorgana. Jadi, objek itu sebenarnya tidak sebagaimana ia
di tangkap oleh alat indera, ia membohongi alat indera. Kelemahan keempat
berasal dari indera dan objek sekaligus. Kesimpulannya ialah empirisme lemah
karena keterbatasan indera manusia. Oleh karena itu muncul alira rasionalisme.
Ada aliran lain yang mirip dengan empirisme: sensasionalisme. Sensasi artinya
rangsangan inderawi. Secara kasar, sensasi sama dengan pengalaman inderawi.
2.2. Rasionalisme
Secara
singkat aliran ini menyatakan bahwa akal adalah dasar kepastian pengetahuan.
Pengetahuan yang benar di peroleh dan di ukur dengan akal. Manusia, menurut
aliran ini memeperoleh pengetahuan melalui kegiatan akal menangkap objek. Orang
megatakan (biasanya) bapak aliran ini adalah Rene Descartes (1596-1650) ini
benar. Akan tetapi sesungguhnya paham seperti ini sudah ada jauh sebelun ini.
Oarng-orang Yunani kuno telah meyakini juga bahwa akal adalah alat dalam
memperoleh pengetahuan yang benar, lebih-lebih pada Aristoteles.
Rasionalisme tidak mengingkari
kegunaan indera dalam memperoleh pengetahuan. Pengalaman indera di butuhkan
untuk merangsana akal dan memberikan bahan-bahan yang menyebabakan akal dapat
bekerja. Akan tetapi untyk sampainya
manusia kepada kebenaran adalah semata-mata dengan akal. Laporan idera menurut
rasionalisme merupakan bahan yang belum jelas, kacau. Bahan ini kemudian di
pertimbangkan oleh akal dalam pengalaman berfikir. Akal mengatur bahan itu
sehingga dapatlah terbentuklah pengetahuan yang benar. Jadi, akal bekerja akal
bekerja karena da bahan dari indera. Akan tetapi akal juga bisa menghasilkan
pengetahuan yang tidak berdasarkan bahan inderawi sama sekali jadi akal dapat
juga menghasilkan pengetahuan tentang objek yang benar-benar absrtak.
Kerja sama antara empirisme dan
rasionalisme inilah yang melahirkan sains (scientific method), dan dari metode
ini lahirlah pengetahuan sains (scientific knowledge) yang dalam bahasa indonesia
sering di sebut pebgetahuan ilmiah atau ilmu pengetahuan. Pengetahuan sains
adalah ilmu pengetahuan yang logis dan memiliki bukti empiris.
Jika yang bekerja hanya rasio yaitu
andalan rasionalisme maka pengetahuan yang di peroleh ialah pengetahuan
filsapat. Pengetahuan filsapat adalah pengetahuan yang lofis tanpa dukungan
dari empiris.
2.3. Positivisme
Pertama-tama
istilah positivisme disangkutkan dengan ajaran August Comte. Dikatakan bahwa
bentuk tertinggi pengetahuan adalah deskripsi sederhana tentang gejala-gejala
indrawi. Ajaran ini didasarkan pada perkembangan evolusioner yang disebut
”hukum tiga tahap”.
Menurut
Comte, perkembangan pikiran manusia terdiri dari tiga tahap. Pertama tahap
teologis atau fiktif. Dalam tahap ini pengetahuan manusia didasarkan pada
kepercayaan akan adanya penguasa adikodrati yang mengatur dan menggerakkan
gejala-gejala alam. Manusia selalu berusaha untuk mencari dan menemukan sebab
yang pertama dan tujuan akhir segala sesuatu yang ada. Kedua tahap metafisik
atau abstrak. Dalam tahap ini pengetahuan dan asas-asas abstrak yang mengganti
kedudukan kuasa-kuasa adikodrati. Metafisika merupakan pengetahuan puncak pada
masa ini. Ketiga tahap positif atau ilmiah. Dalam tahap ini pengetahuan manusia
berdasarkan atas mfakta-fakta. Berdasar pengamatan dan dengan penggunaan
akalnya manusia dapat menentukan hubungan-hubungan persamaan dan atai urutan
yang terdapat pada fakta-fakta. Tahap positif merupakan tahap dimana jiwa
manusia sampai pada pengetahuan yang tidak lagi abstrak, tetapi pasti, jelas,
dan bermanfaat.
2.4. Intuisionisme
Henri
bergson (1859-1941) adalah tokoh aliran ini. Ia menganggap hanya indera yang
terbatas, akal juga terbatas. Objek-objek yang kita tangkapitu dh objek yang
selalu berubah, demikian berson. Jadi, pngeahn kia tentangnya tidak tetap.
Intelek atau akal juga terbatas. Akal hanya bisa memehami suatu objek bila
mngonsentrasikan dirinya pada objek itu, jadi dalam hal ini manusia tidak
mengetahui keseluruhan (unique) tidak juga dapat memahami sifat-sifat yang
tetap pada objek. Akal hanya mampu memahami bagian-bagian dari objek, kemudian
bagia-bagian itu di gabungkan oleh akal. Itu tidak sama dengan pengetahuan yang
menyeluruh tentang objek itu. Ambil lah contoh. Apa itu adil? Akal memahaminya
dari segi siterhukum, timbul pemahaman akali; memahaminya dari segi hakim,
timbul pemahaman akali, dari segi sikeluatga siterhukum timbul pemahaman akali,
dan seterusnya. Kesimpulannya bahwa adil adalah jumlah pemahaman akali
tersebut. itu belum tentu benar.
5
Bergson mengembangkan satu kemampuan
tingkat tinggi yang di miliki manusia, yaitu intisi. Ini adalah hasil evolusi pemahaman
tertinggi. Kempuan ini mirip dengan instinct, tetapi berbeda dalam kesadaran
dan kebebasannya. Pengebangan kemampuan ini memerlukan suatu usaha. Kemampuan
inilah yang memahami kebenaran yang utuh, yng tetap, yang unique. Intuisi ini
menangkap objek secara langsung tanpa melalui pemikiran. Jadi, indera dan akal
hanya mampu menghsilkan pengetahuan yang tidak utuh, sedangkan intuisi dapat
menghasilkan pengetahuan yang utuh, tetap.
Mwnurut ajaran tasawuf atau tarekat
manusia itu di pengaruhi (di tutupi) oleh hal-hal yang material, di pengaruhi
oleh nafsunya. Bila nefsu itu bsa di kendalikan, penghalang material (hijab) di
singkirkan, maka kekuatan rasa itu mampu bekerja, laksana antene. Mampu
menangkap objek-objek gaib. Di dalam tashawwuf ini di gambarkan sebagai dalam
keadaan fana jiwa mampu melihat yang gaib, dari situ di peroleh pengetahuan.
Berdasarkan uraian di atas (tenteng
epistemologi) dapat di ketahui bahwa manisia memperoleh pengetahuan dengan tiga
cara yaitu, cara sains, cara filsafat (logika,akal), dan cara latihan rasa
(intusi). Itu dalam garis besarnya. Namun, secara umum pengetahuan itu
sebenarnya di peroleh dengan cara berfikir benar. Sains dan filsafat jelas
menggunakan cara berfikir benar, mistik sekurang-kurangnya berawal dari berfikir
benar juga. Norma-norma atau aturan-aturan berfikir benar itulah yang di
bicarakan logika, ini adalah bagian dari teori pengetahuan.
BAB III
PENUTUP
3. Kesimpulan
Jadi
Epistemologi membicarakan sumber pengetahuan dan bagaimana cara memeperoleh pengetahuan. Dan epistemologi juga memiliki
aliran-aliran diantaranya yaitu :
1. Empirisme
2. Rasionalisme
3. Positivisme
4. Intuisionisme
DAFTAR PUSTAKA
Tafsir, ahmad, 2012, filsafat umum akal dan hati sejak thales
sampai capra, Bandung : PT.Remaja Rosdakarya
Selasa, 04 November 2014
Oh Agustus
Agustus oh agustus 4 bulan sudah engkau berlalu melintasi garis hidupku engkau biasa saja seperti bulan-bulan lainnya tapi mengapa di usiaku yang ke 21 engkau seakan mengambil alih semua cerita tentang perasan, ya perasaan ini. seakan semua cerita-cerita tertuang padamu agustus, semua rasa yang kurasakan bercampur menjadi kalut dalam cerita hidupku.
Dimulai dengan memendam perasaan kepada seseorang yang selalu ku berharap untuk bisa mendekatinya sedari dulu ketika awal-awal bertemu, tapi aku menganggap diriku terlalu kecil untuk bisa meraihmu dan aku hanya bisa mengagumimu dari hatiku tanpa ada seorangpun yang tahu, selama itu namamu tersimpan dalam hatiku tanpa aku nyatakan atau lontarkan kepada orang karena aku sadar keadaanku yang sangat jauh darimu. setiap kali aku mencoba mendekatimu dengan cara yang biasa mungkin tidak ada yang beda dengan percakapan biasa meski hanya dalam sms tapi kau membalasnya dengan singkat tapi tahukah kamu jika seperti itupun aku sudah merasa senang, tahukah jika aku menanyakan kabar padamu itu merupakan ungkapan perasaanku untuk benar ingin memastikan apakah dirimu baik-baik saja karena belum pernah aku menanyakan kepada seseorang yang tidak terlalu dekat denganku apalagi itu adalah seorang perempuan maka pertanyaan itu sungguh pertanyaan perasaan, sekian lama aku mengagumimu hanya bisa aku luapkan dalam hati dan tidak berbentu apapun.
oh ya agustus kembali ke agustus dimana awal kisah semuanya terjadi, tanggal 1 menyatakan perasaan tapi bukan kepadamu melainkan kepada temanmu tapi perasaan itu tak aku rasakan seperti perasaanku padamu, itu hanya perasaan yang biasa saja tapi aku tak habis pikir juga kenapa aku melakukan hal itu. seminggu setelah itu aku menerima sms yang tak biasa yaitu sms darimu yang datang sebelum subuh yang tak pernah dirinya melakukan hal itu, senang tentu dan disinilah kelnjutan certinya, karena waktu hampir subuh yang sepi aku hanya merasa didunia ini hanya ada aku dan dia yang sedang pegang hape untuk smsan jadi perbincangan dalam sms aku kerucutkan ke hal pribadi dan aku mengungkapkan perasaanku padany sungguh aku bukan main-main aku menyatakan perasaanku, ya meskipun aku sudah menyatakan kepada orang lain tapi aku merasa itu bukanlah sebuah pernyataan karena hanya dalam selang beberapa menit aku menyatakan dan langsung diterima seakana hanya sandiwara jadi aku menyatakan perasaanku yang sesungguhnya pada hari dimana sms sebelum subuh datang orang yang aku kagumi. aku sadar atas kesalahanku tapi itu belum seminggu belum melekat hubungan itu jadi aku berfikir bahwa aku takan berbohong pada diriku sendiri tentang perasaan ini.
perbincangan dengannya berlanjut ke hari-hari berikutnya sampai sampai dia menelepon dan aku kaget bercampur senang hal yang tak pernah terpikirkan antara aku dan dia obrolan di telepon itu sangat seru ya meskipun seperti biasa saja dan cukup lama.
ah sudah ahh, aku sedih aku seakan terlihat bodoh sekarang.
Dimulai dengan memendam perasaan kepada seseorang yang selalu ku berharap untuk bisa mendekatinya sedari dulu ketika awal-awal bertemu, tapi aku menganggap diriku terlalu kecil untuk bisa meraihmu dan aku hanya bisa mengagumimu dari hatiku tanpa ada seorangpun yang tahu, selama itu namamu tersimpan dalam hatiku tanpa aku nyatakan atau lontarkan kepada orang karena aku sadar keadaanku yang sangat jauh darimu. setiap kali aku mencoba mendekatimu dengan cara yang biasa mungkin tidak ada yang beda dengan percakapan biasa meski hanya dalam sms tapi kau membalasnya dengan singkat tapi tahukah kamu jika seperti itupun aku sudah merasa senang, tahukah jika aku menanyakan kabar padamu itu merupakan ungkapan perasaanku untuk benar ingin memastikan apakah dirimu baik-baik saja karena belum pernah aku menanyakan kepada seseorang yang tidak terlalu dekat denganku apalagi itu adalah seorang perempuan maka pertanyaan itu sungguh pertanyaan perasaan, sekian lama aku mengagumimu hanya bisa aku luapkan dalam hati dan tidak berbentu apapun.
oh ya agustus kembali ke agustus dimana awal kisah semuanya terjadi, tanggal 1 menyatakan perasaan tapi bukan kepadamu melainkan kepada temanmu tapi perasaan itu tak aku rasakan seperti perasaanku padamu, itu hanya perasaan yang biasa saja tapi aku tak habis pikir juga kenapa aku melakukan hal itu. seminggu setelah itu aku menerima sms yang tak biasa yaitu sms darimu yang datang sebelum subuh yang tak pernah dirinya melakukan hal itu, senang tentu dan disinilah kelnjutan certinya, karena waktu hampir subuh yang sepi aku hanya merasa didunia ini hanya ada aku dan dia yang sedang pegang hape untuk smsan jadi perbincangan dalam sms aku kerucutkan ke hal pribadi dan aku mengungkapkan perasaanku padany sungguh aku bukan main-main aku menyatakan perasaanku, ya meskipun aku sudah menyatakan kepada orang lain tapi aku merasa itu bukanlah sebuah pernyataan karena hanya dalam selang beberapa menit aku menyatakan dan langsung diterima seakana hanya sandiwara jadi aku menyatakan perasaanku yang sesungguhnya pada hari dimana sms sebelum subuh datang orang yang aku kagumi. aku sadar atas kesalahanku tapi itu belum seminggu belum melekat hubungan itu jadi aku berfikir bahwa aku takan berbohong pada diriku sendiri tentang perasaan ini.
perbincangan dengannya berlanjut ke hari-hari berikutnya sampai sampai dia menelepon dan aku kaget bercampur senang hal yang tak pernah terpikirkan antara aku dan dia obrolan di telepon itu sangat seru ya meskipun seperti biasa saja dan cukup lama.
ah sudah ahh, aku sedih aku seakan terlihat bodoh sekarang.
Minggu, 22 Juni 2014
Hidup Sebagai Lukisan
![]() |
| Aku Ingin Balon |
Begitu cepat rasanya waktu berlalu melintas dalam kehidupanku, baru kemarin rasanya aku tanpa baju dan berlari-lari ke sana kemari. Umurku sekarang bertambah satu dan satu dan satu setiap tahunnya yang tanpa aku sadari ternyata itu pengingat jatah hidupku untuk melihat keindahan dunia dan segala isinya dan segala-galanya.
Ya,, indahnya, walau yang dirasakan banyak macam untuk diungkapkan tapi indah lah yang dirasa dapat menyimpulkan. Ada tangis atau tawa, suka atau duka tapi itulah keindahannya yang menjadikannya sebagai pelangi yang menghiasi kehidupan, Bayangkan jika suatu lukisan hanya terdapat satu warna maka akan menjemukan bagi siapa saja yang memandang berbeda halnya dengan lukisan yang dihiasi beragam warna yang menjadikannya indah.
Hidup kita seperti lukisan tergantung bagaimana kita dapat memberikan kombinasi yang tepat pada kanvas putih yakni kita, kita yang menggoreskan kuas pada kanvas putih itu, kita yang akan memberi tema dan kita sendiri yang menentukan judulnya., mau kita gambar apa atau lukis apa ya tergantung kita yang akan membuat lukisan itu, kita hanya diberi kanvas putih dan berbagai warna untuk mengisinya. Adapun pilihan warna adalah kita sendiri yang harus memilih dan menggoreskaanya.
![]() |
| Mang Balon Tunggu |
Selasa, 17 Juni 2014
PUISI RENDRA
Orang-Orang Miskin
Oleh : W.S. Rendra
Oleh : W.S. Rendra
Orang-orang miskin di jalan,
yang tinggal di dalam selokan,
yang kalah di dalam pergulatan,
yang diledek oleh impian,
janganlah mereka ditinggalkan.
yang tinggal di dalam selokan,
yang kalah di dalam pergulatan,
yang diledek oleh impian,
janganlah mereka ditinggalkan.
Angin membawa bau baju mereka.
Rambut mereka melekat di bulan purnama.
Wanita-wanita bunting berbaris di cakrawala,
mengandung buah jalan raya.
Rambut mereka melekat di bulan purnama.
Wanita-wanita bunting berbaris di cakrawala,
mengandung buah jalan raya.
Orang-orang miskin.Orang-orang
berdosa.
Bayi gelap dalam batin.Rumput dan lumut jalan raya.
Tak bisa kamu abaikan.
Bayi gelap dalam batin.Rumput dan lumut jalan raya.
Tak bisa kamu abaikan.
Bila kamu remehkan mereka,
di jalan kamu akan diburu bayangan.
Tidurmu akan penuh igauan,
dan bahasa anak-anakmu sukar kamu terka.
di jalan kamu akan diburu bayangan.
Tidurmu akan penuh igauan,
dan bahasa anak-anakmu sukar kamu terka.
Jangan kamu bilang negara ini kaya
karena orang-orang berkembang di kota dan di desa.
Jangan kamu bilang dirimu kaya
bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
Lambang negara ini mestinya trompah dan blacu.
Dan perlu diusulkan
agar ketemu presiden tak perlu berdasi seperti Belanda.
Dan tentara di jalan jangan bebas memukul mahasiswa.
karena orang-orang berkembang di kota dan di desa.
Jangan kamu bilang dirimu kaya
bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
Lambang negara ini mestinya trompah dan blacu.
Dan perlu diusulkan
agar ketemu presiden tak perlu berdasi seperti Belanda.
Dan tentara di jalan jangan bebas memukul mahasiswa.
Orang-orang miskin di jalan
masuk ke dalam tidur malammu.
Perempuan-perempuan bunga raya
menyuapi putra-putramu.
masuk ke dalam tidur malammu.
Perempuan-perempuan bunga raya
menyuapi putra-putramu.
Tangan-tangan kotor dari jalanan
meraba-raba kaca jendelamu.
Mereka tak bisa kamu biarkan.
Jumlah mereka tak bisa kamu mistik
menjadi nol.
Mereka akan menjadi pertanyaan
yang mencegat ideologimu.
Gigi mereka yang kuning
akan meringis di muka agamamu.
Kuman-kuman sipilis dan tbc dari gang-gang gelap
akan hinggap di gorden presidenan
dan buku programma gedung kesenian.
Mereka akan menjadi pertanyaan
yang mencegat ideologimu.
Gigi mereka yang kuning
akan meringis di muka agamamu.
Kuman-kuman sipilis dan tbc dari gang-gang gelap
akan hinggap di gorden presidenan
dan buku programma gedung kesenian.
Orang-orang miskin berbaris
sepanjang sejarah,
bagai udara panas yang selalu ada,
bagai gerimis yang selalu membayang.
Orang-orang miskin mengangkat pisau-pisau
tertuju ke dada kita,
atau ke dada mereka sendiri.
O, kenangkanlah :
orang-orang miskin
juga berasal dari kemah Ibrahim
bagai udara panas yang selalu ada,
bagai gerimis yang selalu membayang.
Orang-orang miskin mengangkat pisau-pisau
tertuju ke dada kita,
atau ke dada mereka sendiri.
O, kenangkanlah :
orang-orang miskin
juga berasal dari kemah Ibrahim
Yogya, 4
Pebruari 1978
Potret Pembangunan dalam Puisi
Potret Pembangunan dalam Puisi
Langganan:
Postingan (Atom)

