Sabtu, 23 April 2016

Makalah Aliran-aliran Filsafat

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang Masalah
Epistemologi membicarakan sumber pengetahuan dan bagaimana cara memeperoleh  pengetahuan.
Tatkala manusia baru lahir, ia tidak mempunyai pengetahuan sedikitpun. Nanti, tatkala ia berusia 40 tahunan , pengetahuannya banyak sekali sementara kawanya yang seumur dengan dia mungkin mempunyai pengetahuan yang lebih banyak dari pada dia dalam bidang yang sama atau berbeda. Bagaimana mereka itu masing-masing mendapat pengetahuan itu? Mengapa dapat juga berbeda tingkat akurasinya? Hal-hal semacam ini dibicarakan di dalam epistemologi.
Runes dalam kamusnya (1971) menjelaskan bahwa epystemologi is the branch of philosophy which investigates the origin, structure, methods, and validity of knowledge. Itulah sebabnya kita sering menyebut dengan istilah filsafat pengetahuan karena ia membicarakan hal pengetahuan. Istilah epistemologi untuk pertama kalinya muncul dan di gunakan oleh J.F.Ferrier pada tahun 1854 (Runes, 1971: 94).
Penetahuan manusia ada tiga macam, yaitu pengetahuan sains, pengetahuan filsafat, dan pengetahuan mistik. Pengetahuan itu di peroleh manusia melalui berbagai cara dan dengan menggunakan berbagai alat.
1.2.Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang telah penulis kemukakan sebelumnya, maka penulis merumuskanya dalam beberapa pertanyaan berikut :
            1. apa pengertian empirisme?
            2. apa pengertian rasionalisme?
            3.apa pengertian positivisme?
            4. apa pengertian intuisionisme?

1.3.Tujuan Penulisan
Adapun tujuan yang ingin dicapai penulis dalam penyusunan karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1.      Agar mengetahui aliran empirisme
2.      Agar mengetahui aliran rasionalisme
3.      Agar mengetahui aliran positivisme
4.      Agar mengetahui aliran intuisionisme 



BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Empirisme
            Kata ini berasal dari bahasa Yunani empeirikos yang berasal dari kata empeiria, artinya pengalaman. Menurut aliran ini manisia memperoleh pengetahuan melalui pengalamanya. Dan bila di kembalikan kepada kata Yunaninya, pengalaman yang di maksud yaitu pengalaman inderawi. Manusia tahu es dingin karena ia menyentuhnya, gula manis karena ia mencicipinya.
            John Locke (1632-1704), bapak aliran ini pada zaman modern mengemukakan teori tabula rusa yang secara bahasa berarti meja lilin. Maksudnya ialah bahwa manusia itu pada mulanya kosong dari pengetahuan, lantas pengalamanya mengisi jiwa yang kosong itu, lantas ia memiliki pengetahuan. Mula-mula tangkapan indera yang masuk itu sederhana, lama-kelamaan ruwet, lalu tersusunlah pengetahuan berarti. Berarti, bagaimanapun kompleks (ruwet)-nya pengetahuan manusia , ia selalu dapat di cari ujungnya pada pengalaman indera.
            Kelemahan aliran ini cukup banyak. Kelemahan pertama ialah indera terbatas. Benda yang jauh kelihatan kecil . apakah benda itu kecil ? Tidak. Keterbatasan kemampuan indera ini dapat melaporkan objek tidak sebagaimana adanya, dari sini akan terbentuk pengetahuan yang salah. Kelemahan kedua adalah indera menipu. Pada orang yang sakit malaria gula rasanya pahit, udara panas dirasakan dingin. Ini akan menimbulkan pengetahuan empiris yang salah juga. Kelemahan ketiga ialah objek yang menipu, contohnya ilusi, fatamorgana. Jadi, objek itu sebenarnya tidak sebagaimana ia di tangkap oleh alat indera, ia membohongi alat indera. Kelemahan keempat berasal dari indera dan objek sekaligus. Kesimpulannya ialah empirisme lemah karena keterbatasan indera manusia. Oleh karena itu muncul alira rasionalisme. Ada aliran lain yang mirip dengan empirisme: sensasionalisme. Sensasi artinya rangsangan inderawi. Secara kasar, sensasi sama dengan pengalaman inderawi.


2.2. Rasionalisme
            Secara singkat aliran ini menyatakan bahwa akal adalah dasar kepastian pengetahuan. Pengetahuan yang benar di peroleh dan di ukur dengan akal. Manusia, menurut aliran ini memeperoleh pengetahuan melalui kegiatan akal menangkap objek. Orang megatakan (biasanya) bapak aliran ini adalah Rene Descartes (1596-1650) ini benar. Akan tetapi sesungguhnya paham seperti ini sudah ada jauh sebelun ini. Oarng-orang Yunani kuno telah meyakini juga bahwa akal adalah alat dalam memperoleh pengetahuan yang benar, lebih-lebih pada Aristoteles.
            Rasionalisme tidak mengingkari kegunaan indera dalam memperoleh pengetahuan. Pengalaman indera di butuhkan untuk merangsana akal dan memberikan bahan-bahan yang menyebabakan akal dapat bekerja.  Akan tetapi untyk sampainya manusia kepada kebenaran adalah semata-mata dengan akal. Laporan idera menurut rasionalisme merupakan bahan yang belum jelas, kacau. Bahan ini kemudian di pertimbangkan oleh akal dalam pengalaman berfikir. Akal mengatur bahan itu sehingga dapatlah terbentuklah pengetahuan yang benar. Jadi, akal bekerja akal bekerja karena da bahan dari indera. Akan tetapi akal juga bisa menghasilkan pengetahuan yang tidak berdasarkan bahan inderawi sama sekali jadi akal dapat juga menghasilkan pengetahuan tentang objek yang benar-benar absrtak.
            Kerja sama antara empirisme dan rasionalisme inilah yang melahirkan sains (scientific method), dan dari metode ini lahirlah pengetahuan sains (scientific knowledge) yang dalam bahasa indonesia sering di sebut pebgetahuan ilmiah atau ilmu pengetahuan. Pengetahuan sains adalah ilmu pengetahuan yang logis dan memiliki bukti empiris.
            Jika yang bekerja hanya rasio yaitu andalan rasionalisme maka pengetahuan yang di peroleh ialah pengetahuan filsapat. Pengetahuan filsapat adalah pengetahuan yang lofis tanpa dukungan dari empiris.



2.3. Positivisme
Pertama-tama istilah positivisme disangkutkan dengan ajaran August Comte. Dikatakan bahwa bentuk tertinggi pengetahuan adalah deskripsi sederhana tentang gejala-gejala indrawi. Ajaran ini didasarkan pada perkembangan evolusioner yang disebut ”hukum tiga tahap”.   
Menurut Comte, perkembangan pikiran manusia terdiri dari tiga tahap. Pertama tahap teologis atau fiktif. Dalam tahap ini pengetahuan manusia didasarkan pada kepercayaan akan adanya penguasa adikodrati yang mengatur dan menggerakkan gejala-gejala alam. Manusia selalu berusaha untuk mencari dan menemukan sebab yang pertama dan tujuan akhir segala sesuatu yang ada. Kedua tahap metafisik atau abstrak. Dalam tahap ini pengetahuan dan asas-asas abstrak yang mengganti kedudukan kuasa-kuasa adikodrati. Metafisika merupakan pengetahuan puncak pada masa ini. Ketiga tahap positif atau ilmiah. Dalam tahap ini pengetahuan manusia berdasarkan atas mfakta-fakta. Berdasar pengamatan dan dengan penggunaan akalnya manusia dapat menentukan hubungan-hubungan persamaan dan atai urutan yang terdapat pada fakta-fakta. Tahap positif merupakan tahap dimana jiwa manusia sampai pada pengetahuan yang tidak lagi abstrak, tetapi pasti, jelas, dan bermanfaat.
2.4. Intuisionisme
            Henri bergson (1859-1941) adalah tokoh aliran ini. Ia menganggap hanya indera yang terbatas, akal juga terbatas. Objek-objek yang kita tangkapitu dh objek yang selalu berubah, demikian berson. Jadi, pngeahn kia tentangnya tidak tetap. Intelek atau akal juga terbatas. Akal hanya bisa memehami suatu objek bila mngonsentrasikan dirinya pada objek itu, jadi dalam hal ini manusia tidak mengetahui keseluruhan (unique) tidak juga dapat memahami sifat-sifat yang tetap pada objek. Akal hanya mampu memahami bagian-bagian dari objek, kemudian bagia-bagian itu di gabungkan oleh akal. Itu tidak sama dengan pengetahuan yang menyeluruh tentang objek itu. Ambil lah contoh. Apa itu adil? Akal memahaminya dari segi siterhukum, timbul pemahaman akali; memahaminya dari segi hakim, timbul pemahaman akali, dari segi sikeluatga siterhukum timbul pemahaman akali, dan seterusnya. Kesimpulannya bahwa adil adalah jumlah pemahaman akali tersebut. itu belum tentu benar.

5
            Bergson mengembangkan satu kemampuan tingkat tinggi yang di miliki manusia, yaitu intisi. Ini adalah hasil evolusi pemahaman tertinggi. Kempuan ini mirip dengan instinct, tetapi berbeda dalam kesadaran dan kebebasannya. Pengebangan kemampuan ini memerlukan suatu usaha. Kemampuan inilah yang memahami kebenaran yang utuh, yng tetap, yang unique. Intuisi ini menangkap objek secara langsung tanpa melalui pemikiran. Jadi, indera dan akal hanya mampu menghsilkan pengetahuan yang tidak utuh, sedangkan intuisi dapat menghasilkan pengetahuan yang utuh, tetap.
            Mwnurut ajaran tasawuf atau tarekat manusia itu di pengaruhi (di tutupi) oleh hal-hal yang material, di pengaruhi oleh nafsunya. Bila nefsu itu bsa di kendalikan, penghalang material (hijab) di singkirkan, maka kekuatan rasa itu mampu bekerja, laksana antene. Mampu menangkap objek-objek gaib. Di dalam tashawwuf ini di gambarkan sebagai dalam keadaan fana jiwa mampu melihat yang gaib, dari situ di peroleh pengetahuan.
            Berdasarkan uraian di atas (tenteng epistemologi) dapat di ketahui bahwa manisia memperoleh pengetahuan dengan tiga cara yaitu, cara sains, cara filsafat (logika,akal), dan cara latihan rasa (intusi). Itu dalam garis besarnya. Namun, secara umum pengetahuan itu sebenarnya di peroleh dengan cara berfikir benar. Sains dan filsafat jelas menggunakan cara berfikir benar, mistik sekurang-kurangnya berawal dari berfikir benar juga. Norma-norma atau aturan-aturan berfikir benar itulah yang di bicarakan logika, ini adalah bagian dari teori pengetahuan.



BAB III
PENUTUP

3. Kesimpulan
Jadi Epistemologi membicarakan sumber pengetahuan dan bagaimana cara memeperoleh  pengetahuan. Dan epistemologi juga memiliki aliran-aliran diantaranya yaitu :
1.      Empirisme
2.      Rasionalisme
3.      Positivisme
4.      Intuisionisme






DAFTAR PUSTAKA

Tafsir, ahmad, 2012, filsafat umum akal dan hati sejak thales sampai capra, Bandung : PT.Remaja Rosdakarya

Selasa, 04 November 2014

Oh Agustus

Agustus oh agustus 4 bulan sudah engkau berlalu melintasi garis hidupku engkau biasa saja seperti bulan-bulan lainnya tapi mengapa di usiaku yang ke 21 engkau seakan mengambil alih semua cerita tentang perasan, ya perasaan ini. seakan semua cerita-cerita tertuang padamu agustus, semua rasa yang kurasakan bercampur menjadi kalut dalam cerita hidupku.
Dimulai dengan memendam perasaan kepada seseorang yang selalu ku berharap untuk bisa mendekatinya sedari dulu ketika awal-awal bertemu, tapi aku menganggap diriku terlalu kecil untuk bisa meraihmu dan aku hanya bisa mengagumimu dari hatiku tanpa ada seorangpun yang tahu, selama itu namamu tersimpan dalam hatiku tanpa aku nyatakan atau lontarkan kepada orang karena aku sadar keadaanku yang sangat jauh darimu. setiap kali aku mencoba mendekatimu dengan cara yang biasa mungkin tidak ada yang beda dengan percakapan biasa meski hanya dalam sms tapi kau membalasnya dengan singkat tapi tahukah kamu jika seperti itupun aku sudah merasa senang, tahukah jika aku menanyakan kabar padamu itu merupakan ungkapan perasaanku untuk benar ingin memastikan apakah dirimu baik-baik saja karena belum pernah aku menanyakan kepada seseorang yang tidak terlalu dekat denganku apalagi itu adalah seorang perempuan maka pertanyaan itu sungguh pertanyaan perasaan, sekian lama aku mengagumimu hanya bisa aku luapkan dalam hati dan tidak berbentu apapun.
oh ya agustus kembali ke agustus dimana awal kisah semuanya terjadi, tanggal 1 menyatakan perasaan tapi bukan kepadamu melainkan kepada temanmu tapi perasaan itu tak aku rasakan seperti perasaanku padamu, itu hanya perasaan yang biasa saja tapi aku tak habis pikir juga kenapa aku melakukan hal itu. seminggu setelah itu aku menerima sms yang tak biasa yaitu sms darimu yang datang sebelum subuh yang tak pernah dirinya melakukan hal itu, senang tentu dan disinilah kelnjutan certinya, karena waktu hampir subuh yang sepi aku hanya merasa didunia ini hanya ada aku dan dia yang sedang pegang hape untuk smsan jadi perbincangan dalam sms aku kerucutkan ke hal pribadi dan aku mengungkapkan perasaanku padany sungguh aku bukan main-main aku menyatakan perasaanku, ya meskipun aku sudah menyatakan kepada orang lain tapi aku merasa itu bukanlah sebuah pernyataan karena hanya dalam selang beberapa menit aku menyatakan dan langsung diterima seakana hanya sandiwara jadi aku menyatakan perasaanku yang sesungguhnya pada hari dimana sms sebelum subuh datang orang yang aku kagumi. aku sadar atas kesalahanku tapi itu belum seminggu belum melekat hubungan itu jadi aku berfikir bahwa aku takan berbohong pada diriku sendiri tentang perasaan ini.
perbincangan dengannya berlanjut ke hari-hari berikutnya sampai sampai dia menelepon dan aku kaget bercampur senang hal yang tak pernah terpikirkan antara aku dan dia obrolan di telepon itu sangat seru ya meskipun seperti biasa saja dan cukup lama.
ah sudah ahh, aku sedih aku seakan terlihat bodoh sekarang.

Minggu, 22 Juni 2014

Hidup Sebagai Lukisan

Aku Ingin Balon




Begitu cepat rasanya waktu berlalu melintas dalam kehidupanku, baru kemarin rasanya aku tanpa baju dan berlari-lari ke sana kemari. Umurku sekarang bertambah satu dan satu dan satu setiap tahunnya yang tanpa aku sadari ternyata itu pengingat jatah hidupku untuk melihat keindahan dunia dan segala isinya dan segala-galanya.

Ya,, indahnya, walau yang dirasakan banyak macam untuk diungkapkan tapi indah lah yang dirasa dapat menyimpulkan. Ada tangis atau tawa, suka atau duka tapi itulah keindahannya yang menjadikannya sebagai pelangi yang menghiasi kehidupan, Bayangkan jika suatu lukisan hanya terdapat satu warna maka akan menjemukan bagi siapa saja yang memandang berbeda halnya dengan lukisan yang dihiasi beragam warna yang menjadikannya indah.

Hidup kita seperti lukisan tergantung bagaimana kita dapat memberikan kombinasi yang tepat pada kanvas putih yakni kita, kita yang menggoreskan kuas pada kanvas putih itu, kita yang akan memberi tema dan kita sendiri yang menentukan judulnya., mau kita gambar apa atau lukis apa ya tergantung kita yang akan membuat lukisan itu, kita hanya diberi kanvas putih dan berbagai warna untuk mengisinya. Adapun pilihan warna adalah kita sendiri yang harus memilih dan menggoreskaanya.


Mang Balon Tunggu

Selasa, 17 Juni 2014

PUISI RENDRA

Orang-Orang Miskin
Oleh : W.S. Rendra
Orang-orang miskin di jalan,
yang tinggal di dalam selokan,
yang kalah di dalam pergulatan,
yang diledek oleh impian,
janganlah mereka ditinggalkan.

Angin membawa bau baju mereka.
Rambut mereka melekat di bulan purnama.
Wanita-wanita bunting berbaris di cakrawala,
mengandung buah jalan raya.

Orang-orang miskin.Orang-orang berdosa.
Bayi gelap dalam batin.Rumput dan lumut jalan raya.
Tak bisa kamu abaikan.

Bila kamu remehkan mereka,
di jalan  kamu akan diburu bayangan.
Tidurmu akan penuh igauan,
dan bahasa anak-anakmu sukar kamu terka.

Jangan kamu bilang negara ini kaya
karena orang-orang berkembang di kota dan di desa.
Jangan kamu bilang dirimu kaya
bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
Lambang negara ini mestinya trompah dan blacu.
Dan perlu diusulkan
agar ketemu presiden tak perlu berdasi seperti Belanda.
Dan tentara di jalan jangan bebas memukul mahasiswa.

Orang-orang miskin di jalan
masuk ke dalam tidur malammu.
Perempuan-perempuan bunga raya
menyuapi putra-putramu.

Tangan-tangan kotor dari jalanan
meraba-raba kaca jendelamu.
Mereka tak bisa kamu biarkan.

Jumlah mereka tak bisa kamu mistik menjadi nol.
Mereka akan menjadi pertanyaan
yang mencegat ideologimu.
Gigi mereka yang kuning
akan meringis di muka agamamu.
Kuman-kuman sipilis dan tbc dari gang-gang gelap
akan hinggap di gorden presidenan
dan buku programma gedung kesenian.

Orang-orang miskin berbaris sepanjang sejarah,
bagai udara panas yang selalu ada,
bagai gerimis yang selalu membayang.
Orang-orang miskin mengangkat pisau-pisau
tertuju ke dada kita,
atau ke dada mereka sendiri.
O, kenangkanlah :
orang-orang miskin
juga berasal dari kemah Ibrahim

Yogya, 4 Pebruari 1978
Potret Pembangunan dalam Puisi

Minggu, 15 Juni 2014

Ulasan Buku Psikologi Beragama

Judul         :Psikologi Beragama; Menjadikan Hidup Lebih Ramah dan Santun
Penulis      :Komaruddin Hidayat
Penerbit    : Hikmah (PT Mizan Publika)
Cetakan    : II, November 2010
Tebal        : vii + 252 halaman
ISBN        : 978-602-8767-19-4







Pendahuluan
Beragam Ekspresi Beragama

Suka atau tidak suka, setuju atu tidak setuju di muka bumi terdapat beragm bahasa, budaya dan agama yang ketiganya yang tidak dapat dipisahkan dalam keterkaitannya. Keragaman budaya dan bahasa inilah yang membuat menjadi menarik sepeti pelangi yang terdiri dari warna yang berbeda namun memiliki keindahan. Namun bnayk juga ynag merasa gelisah atau khawatir akan agama yang diyakininya tersaingi oleh agama yang diyakini orang lain yang berbeda, tidak rela jika disurga itu terdapat pemeluk agama ynag berbeda. Namun, adapula yang berpandangan entah serius atau hanya canda, kalu di alam semesta Tuhan menciptakan miliaran planet, mungkin saja Tuhan menyediakna beragam surga sesuai dengan agama dan keshalehannya ketika didunia. Jadi tak usah kahawatir tidak akan kebagian surga.

Tidak mungkin mengenal agama tanpa wadah serta pengaruh bahasa dan budaya. ada agama yang turun dari langit (samawi) , namun ketika turun kebumi, agam meski rela membuka diri dan bergaul dan tumbuh bersama budaya. Contoh, ketika Al-Qur’an datang dari Alllah Yang Maha Ghaib berada diluar dan rentang sejarah dan budaya, ketika Al-qur’an menyebar sampai ke Nusantara kemudian terjadi penerjamahan sesuai dengan bahasa yang digunakan di Nusantara.
Ketika berlangsung proses penerjemahan ke dalam bahasa Indonesia atau bahsa daerah, maka sanagat mungkin terjadi penyempitan makana karena mengingat karakter bahasa Arab yang digunakan untuk mewadai Al-Qur’an jauh lebih banyak struktur, jumlah kata dan maknanya. Perbedaan medium bahasa juga memungkinkan perbedaan ekspresi atau makna.
Betapa beragam pengalaman, pemaknaan, dan ekspresi keagamaan di muka bumi ini mengingat banyaknya keyakinan dan kepercayaan yang semuanya memiliki pengikut setia. Uniknya, agama mesti disertai dengan pembelaan emosional ketika agamanya dikritik atau dibandingkan.
Sebuah keyakinan agama didalamnya terdapat sekian nilai, kepecayaan, dan aturan normatif baik berfikir maupun bertindak.  Sesuai dengan norma agama, karena keyakinan beragama senantiasa menberikan spirit pada kehidupan.
Ada beberapa pendekatan untuk mengkaji ajaran agam dan ekspresi keagamaan. Secara sederhana, aspek fundamental dari agama meliputi enamh hal : doktrin ketuhanan, Rasul Tuhan sebagai pembawanya, kitab suci, tatacara ritual, etika sosial dan keyakinan kehidupan setelah mati.
 
Memperkuat Dimensi Etika
Konflik yang sering terjadi antarumat beragama bisa dikurangi dengan memperkuat etika-etika dari tiap ajaran agama untuk membangun peradaban bersama, mengingat setiap agam mengajarkan etika sosial kemanusiaan, sesungguhnya kerukunan dapat dibangun dari dimensi ini. Jika dimensi etika semakin ditonjolkan, pastiwajah agama akan semakin simpatik, ramah, dan liberatif sehingga orang merasa nyaman dan bangga memasuki komunitas agama.
Islam tidak mengenal pemisahan secara eksterm antara agama dan wilayah non agama. Ingatan sejarah yang begitu kuat bahwa Islam mencakup segala-galanya . lalu semua hendak di Ilamkan, minimal labelnya, misalnya ekonomi Islam, Front Pembela Islam (FPI) dll.
Islam dalam kehidupan sosila maupun politis jangan dipandang sebagai doktin teologis akan tetapi substansial, yaitu penegakan etika keluarga dan sosial. Yang petama sering disebut denga pendekatan struktural dan yang kedua dianggap sebagai landasa kultural.

Agama dan Entitas
Secara makro dunia terbagi kedalam berbagi kelompok esar agama dan etnik maupun bangsa. Orang barat  asosiasi agamanya adalah Kristen. Di india sebagai Hindu di Cina konghuchu dan di timur tengah Islam, di Filifina umumnya beragama katolik sehingga bargi wara Mindanao yang beragama Islam merasa setengah hati sebagai warga negara Filipina.
Hubungan etnis dan agama telah melekat kuat sehingga orang barat bangga mengaku Kristen padahal mereka tidak prnah ke gereja dan orang Turki bangga mengaku muslim walau tidak mendirikan sahalat.
Pada wilyah individu, orang Jawa bnayak menganut agama Kisten dan Katolik meski elemen tradisi jawa dan Islam juga masih dihargai. Kenyataan ini menunnjukan agama dan budaya sulit dipisahkan.

Mazahab-mazhab dalan Agama
Hampir semua agama terdapat mazahab, yaitu sebuah pemahaman rasional berdasarkan kitab suci yang pada mulanya muncul untuk menjawab problema baru yang dihadapi umatnya.
Mazhab muncul ketika sebuah Agama berkembang keluar dari wilayah kelahirannya dan pendirinya yang memiliki otoritas tertinggi dan tak terbantahkan telah meninggal. Ketika menghadapi persoalan baru yang belum ada sebelumnya, diperlukan jawaban baru yang harus dipecahkan berdasarkan nalar dan dengan mempertimbangkan kondisi lokal. Maka munculah Ijtihad yang pada urutannya melembaga menjadi sebuah mazhab. Dalam Islam mazhab ini terjadi di semua cabang keislaman. Hanya saja yang lebih populer yaitu dalam Fikih karena menyangkut ritual harian yang wajib dilakukan terutama Shalat.
Semakin maju pendidikan masyarakat dan pergaulan lintas bangsa maka akan sering juga terjadi pertemuan lintas mazhab. Hal ini membuat masyarakat semkin inklusif, terbuka, dan tidak fanatik pada satu mazhab saja.

Kecendrungan Metahistoris
Pada dimensi pendiinya, setiap agama, tumbuh dan berkembng pada realitas historis. Pendirinya pun betul-betul sosok historis. Dari semuaa pendiri agama hanya sosok Muhammad SAW yang betul-betul tidak mengandung misteri. Semuanya jelas tercatat dalam sejarah dari lahir sampai wafatnya.
Ucapan dan prilaku Muhammad tercatat dalam kitab hadits yang berjilid-jilid jumlahnya baik yang autentik atau pun palsu. Hadis dibedakan dengan Al-Qur’an dari sisi ini maka data historis ajara Islam paling kaya dan utuh.


GAPURA AGAMA
Beragama dengan Nyaman
Ada tiga kisah yang pertama kisah Nelson Mandela yang dipenjara selama 27 tahun dengan hukuman di sel yang begitu sempit, bau, tak ada meja dan kursi dan makanan yang sering disajikan basi, dan Nelson menjadi presiden Afrika Selatan dan begitu dikagumi di dunia dan aia tidak merasa dendam dan geram terhadap musuh politiknya di masa lalu. “Kalau aku biarkan dan kupelihara terus kesalahan dan kebencianku kepada para penindas itu, mereka yang pernah menyanderaku selam 27 tahun itu akan terus menyandera diri dan jiwaku.
Carita yang kedua tentang seseorang bertanya kepada Kyai kampung tentang mengapa sesama muslim banyak yang saling mencemooh dan saling mengkafirkan dan mencemooh muslim lain yang berbeda pendapat? Lalu Kyai kampung itu menjawab “saya kurang tahu dalil apa yang dipakai. Kalau seseorang telah menerima rukun iman dan rukun Islam, maka tidak berhak kita menuduhnya kafir. Jdi saya tidak bisa jawab mengapa kita mesti mengkafirkan sesama muslim.”
Cerita yang ketiga, riwaya tentang ketika Abu Bakar sedang Berjalan bersaa Rasulullah. Di tengah jalan, Abu Bakar tiba-tiba dicaci maki. Abu Bakar merasa tidak kenal dan tidak bersalahsehingga ia diam dan tersenyum, dan Rasulullah pun tersenyum hingga Abu Bakar menjadi bingung. Setelah orang itu agak lama mencaci lalu Abu Bakar menjawab kelancangan tersebut. Ketika Abu Bakar membalas orang tersebut, Rasulullah behenti tersenyum lalu ia pergi.
Dari ketiga kisah diatas ada pesan dan pelajara yang bisa diamabil yaitu kebahagiaan dan kemerdekaan berkait erat dengan sikap batin seseorang. Formula “to forgive and forget”.
Dari nasihat Kyai, dapat belajar untuk selalu berprasangka baik, jangan merasa paling beriman dan paling bertaqwa dihadapan orang lain.
Kisah Abu Bakar mengajarkan untuk bersabar. Jika kita merasa benar tak perlu takut akan kritik, kecapan dan fitnah orang. Allah maha tahu siapa yang benar dan siapa yang salah.
Agama Ibarat Pakaian
Menyamakan agama dan pakaian tidak terlalu tepat meskipun keduaya memiliki kemiripan. Orang bisa mudah berganti pakaian tetapi tidak untuk berganti agama. “sebaik-baik pakaian adalah pakaian taqwa” (QS Al-A’raf 7:26). Taqwa adalah hasil keberagaman yang benar, sedangkan taqwa oleh Allah diibaratkan dengan pakaian.
Jika direnungngkan pakain memiliki fungsi untuk menjaga kesehatan, menutup aurat dan aspek estetika atau seni agar indah. Itulah fungsi pakaian yang bisa dianalogikan dengan agama. Seseorang yang beragama mestinya jiwa dan badannya menjadi sehat, kehormatan dirinya terjaga, dan perilaku serta tuturkatnya enak didengar. Ibarat pakaian yang ukurannya pas, mestinya dengan agama, seseorang lebih percaya diri, enak bergaul dan sehat jiwa raganya. Pendek kata, seseorang haruslah merasa nyaman terhadap dirinya dimanapun ia berada.

Mari Berbaik Sangka
Ayat 10-12 surah Al-Hujurat, yakni tentang etika, rumus membangun dan menjaga persahabatan sesama muslim dengan mengembangkan sika berbaik sangka (husnu al-dhan). Dalam ayat ke 10 Allah berfirman, “ sesungguhnya sesama orang beriman itu bersaudara, dan jika terjadi perselisihan hendaknya segera didamaikan karena damai itu mendekati pintu rajmat,” (QS Al-Hujurat 49:10).
Agar iman seseorang tidak rusak, jangan lah senag menilai oran lain hany berdasarkan dugaan. Jangan pula selalu ingin tahu urusan orang lain yang tidak menjadi urusannya.allah juga melarang ghibah, yaitu menjelekan orang lain dari belakang. Al-Qur’an menganalogikan ghibah sebagai orang yang memakan bangkai temannya sendiri. Secara psikologis, orang yang senang meliha kekurangan orang lain dan selalu bersangka buruk maka dunianya akan sempit dan suram.



Agama Punya Seribu Nyawa
Dalam perjalanan sejarahnya, agama-agama selalu dalam posisi dibela dan dicaci. Sesama orang beragamapun karena berbeda keyakinan seringkali menyerang dan menjatuhkan. Mereka yang anti agama telah melakukan berbagai cara untuk membunuh agama.
Di zaman modern, kekuatan antiagama masih juga tetap tumbuh, seperti ideologi-ideologi besar yang lahir dari paham komunisme dan sekularisme. Semuanay berusaha membaangun doktrin dan filsafat untuk membasmi agama.
Kata dan konsep agama menimbulkan perdebatan dikalangan para sarjana. Misalnya pandanagan sarjana ilmu sosial akan memiliki pandangan dan sikap yang berbeda dari para teolog dan agamawan ketika mengaukan argumen dan asal-usul agama.
Namun, ternyata provokasi keyakinan mereka yang antiagama tidak berhasil. Agama tidak akan pernah mati. Kita memerlukan agama sebagai penuntun dan pedoman hidup.

Islam dan Peradaban Hibrida
Semua produk peradaban besar selalu bersifat hibrida, yaitu bertemunya berbagai keunggulan dari peradaban lain. Dalam era global dunia Islam semestinya fenomena ini tidak asing. Dalam sejarahnya, kebudayaan Islam pernah memiliki masa kejayaan sekitar abad ke-8 – 12 M dengan menerima dan mengapresiasikan dengan kebudayaan lain.
Contoh yang paling gamblang sikap inklusivisme Islam yang melahirkan Islam yang melahirkan peradaban hibrida adalah bangunan masjid. Yang telah menyerap budaya-budaya diluar Islam seperti menara masjid yan berasal dari tradisi Yunani kuno dan agama Majusi yang kemudian menjadi landmark sebuah Masjid.
 

Lagi dan Lagi

Lagi dan lagi keinginan untuk menulis terbengkalai, ya memang susah untuk bisa menulis yang produktif, yang mampu menuangkan pengalaman, ide dan gagasannya agar bisa dilihat oleh orang lain. Tidak cukup hanya dengan belajar teori akan tetapi harus ada pemaksaan terhadap diri sendiri agar terbiasa menulis yaitu dengan menyempatkan waktu untuk menuliskan sesuatu. Memang tak mudah untuk membiasakan hal itu terlebih jika belum terbiasa menulis. Hal-hal yang terlintas di pikiran begitu banyak akan tetapi ketika akan dituangkan menjadi sebuah tulisan maka yang ada di pikiran itu akan terasa menjauh dan enggan untuk mendekat, maka dari itu perlu adanya latihan yang terus menerus agar terbiasa mulai dari menuliskan apa saja yang ingin ditulis tanpa harus memikirkan apa yang ditulis.